Rabu, 27 Februari 2013

KENALAN DENGAN PEREMPUAN TAK BERWUJUD

Cerita ini adalah kisah nyata yang saya alami sekitar tahun 1996, saat saya mulai kuliah di kota sungailiat, saya indekost di rumah kontrakan kopel bersama teman, jadi satu pintu berisi 4 orang. Kontrakan itu berdinding tembok satu meter dan keatasnya papan, beratapkan seng, kamar mandi ada diluar rumah (satu kamar mandi untuk dua rumah). di depan kontrakan ada pohon mangga yang tidak begitu tinggi, daunnya yang terendah setinggi satu meter.
Kejadian ini berawal ketika saya sedang bersantai diteras rumah sambil merokok, tiba - tiba ada angin bertiup dan daun pohon yang ada di depan saya berputar seperti dimainkan seseorang. Saya menyadari bahwa ada sesuatu yang ganjil dengan angin tersebut.
Saya pun berucap sendiri "wahai kalau kamu berniat jahat pergilah jauh - jauh, tapi bila kamu berniat baik masuklah kedalam rumah dan kita berkenalan. Kemudian saya masuk kedalam rumah dan berbaring di lantai beralaskan karpet warna hijau. Tiba - tiba saya mendengar suara kucing berlari di bubungan rumah dan saya merasakan saya berdiri (ada yang menggerakkan sehingga saya berdiri) ketika saya menoleh kebelakang, saya melihat tubuh saya berbaring.
Saat itulah masuk tiga orang perempuan yang sangat cantik berambut panjang  dan menyorongkan tangan mengajak berkenalan sambil menyebutkan nama satu per satu, kami pun berkenalan.
Tapi hanya sekedar berkenalan, setelah memperkenalkan diri mereka pun pergi dari hadapan saya. dan saya terbangun dari pembaringan saya.

Kamis, 23 Desember 2010

Pengalaman masa kuliah

Kejadian ini terjadi pada saat kuliah. sekitar tahun 1998. Berawal ketika saya ada acara di gedung serba guna, saat itu saya duduk dikursi bagian depan, tiba tiba kening saya seperti ada yang berputar di bagian dalam.(ada komidi putar, hehehe..) saya pun mengeluh pada teman, tubuh mulai terasa agak demam.
Saya pun pulang diantar teman ke kontrakan ( rumah kost), teman2 saya mengatakan saya kena malaria. Kemudian pagi dini hari saya berobat ke orang pintar di kampung nangnung pulau bangka, yang dapat mengobati malaria dengan air kelapa muda, saya diharuskan bangun jam 2 pagi dan pergi kerumahnya untuk minum air kelapa muda yang dipetik sendiri oleh orang pintar tersebut. Tapi tidak ada pengaruhnya sama sekali. Esoknya saya pergi lagi kerumah orang pintar yang lain, (banyak buanget orang pintar di bangka),orang pintar ini melihat penyakit saya dengan pendulum yang terbuat dari timah, menurut pendapatnya, saya terkena teluh atau guna-guna siluman buaya putih yang dikirim oleh orang ynag iri dengan saya karena berpacaran dengan salah satu gadis didesa tempat tinggal saya, selanjutnya ia mengatakan, selama guna-guna tidak dibuang, tubuh saya lemah sehingga mudah terserang penyakit malaria dan tipes. Orang pintar ini mengobati saya hanya dengan jeruk nipis yang berkulit tebal atau biasa kami menyebutnya jeruk langir (biasa untuk berlangir), dengan cara diperas dan dicampur air dimandikan, barulah penyakit fisik saya dapat diobati dengan minum jamu seduhan dari orang pintar tersebut. Beberapa hari kemudian ketika sedang sholat, tubuh saya terasa begitu lemah dan jatuh, akhirnya masuk rumah sakit. Setelah di diagnosa dokter, saya mengidap penyakit tipes, penyakit malaria memang ada tetapi sudah mulai sembuh (Mungkin karena minum jamu rebusan), jamu rebusan untuk penyakit tipes tidak saya ambil, karena saat itu uang saya tidak cukup. Akhirnya saya harus menginap di rumah sakit umum selama 6 hari.

Jumat, 15 Mei 2009

pocong pohon karet

Kejadian ini telah terjadi puluhan tahun silam, tepatnya ketika saya kelas dua SD dan saya alami sendiri, untuk pertama kalinya melihat sesuatu yang ganjil.

Pagi itu sebelum azan subuh saya dibangunkan abang saya, karena memang telah janjian untuk pergi lari pagi.
maka kami pun bersiap siap untuk melakukannya, walau mata terasa mengantuk saya paksakan juga untuk pake sepatu, dengan berlari kecil kami berdua menyusuri jalan setapak menuju kejalan besar. sambil bercerita tentang segala hal dengan abang saya.

Tiba didepan sebuah mesjid kami tertegun karena di belakangnya ada seseorang seperti mengenakan mukena (telekung yang biasa digunakan wanita untuk sholat), kamipun tidak merasa begitu aneh.
Memang dibelakang mesjid tersebut ada sebatang pohon karet yang sangat besar berdiameter dua meter lebih dan mempunyai akar gantung yang sangat banyak yang biasa di gunakan untuk bermain ayunan dan tarzan tarzanan disiang hari oleh anak kampung. Antara pohon dan mesjid ada banyak pohon pandan, disitulah kami melihat mahluk tersebut.

Mulanya kami hendak melanjutkan lari pagi, tapi rasa penasaran menyeliputi kami, sementara saya yang waktu itu baru berumur sekitar 8 tahun sudah ketakutan. hanya karena kami ada didepan mesjid maka rasa takut itu pun berkurang. kami hanya memandangi makhluk tersebut siapa tau ianya manusia (perempuan yang memakai mukena).
Semakin lama memandang, makhluk itupun semakin kabur dari pandangan tanpa ia berjalan kekiri kekanan dan akhirnya menghilang, kemudian seekor anjing berbulu putih kaluar dari semak belukar pohon pandan, kamipun melanjutkan lari pagi kami yang tertunda.

Entahlah apakah itu manusia atau bukan, kalau memang manusia, mengapa ia menghilang dari pandangan, bukan berjalan layaknya manusia.
hingga kini kenangan tersebut tetap melekat dibenakku.

Kamis, 14 Mei 2009

Hi teman ........... . . . .

Sudah lama saya ingin menuliskan pengalaman-pengalaman misteri dan aneh yang saya alami selama ini, maka terbitlah blog ini sebagai tempat menumpahkannya. Begitu juga dengan berita-berita tentang keanehan alam yang terjadi akhir-akhir ini.

Silahkan tinggalkan komentar, apapun itu, demi kenyamanan dan kegembiraan yang kau temui disini.

Terima kasih.